PRINTER
1. Inkjet Printer
Unit printer atau jenis unit all-in-one, yang menggunakan penembakan tinta cepat kering melalui lubang nozzle kecil dalam membentuk gambar atau karakter di kertas.
Menjadi Guru yang di HORMATI, di SEGANI dan di CINTAI
terinspirasi bukunya Abdullah Munir “Super Teacher”
Menjadi sosok guru yang saya jadikan judul diatas sepertinya memang sulit sekali, tetapi saya yakin kita sebagai guru mampu dengan catatan harus mau selalu berinovasi, menjadi tauladan dan tidak gampang putus asa.
Ok, jangan berbelit-belit lagi, kita intip aja bagaimana sih caranya agar kita mewujudkan cita-cita menjadi sosok guru yang di HORMATI, di SEGANI dan di CINTAI…
1. WIBAWA
Secara sederhana kita dapat mengartikan wibawa itu sebagai kemampua dari seseorang untuk dapat mempengaruhi dan menguasai orang lain. dan biasanya WIBAWA ini muncul di karenakan orang tersebut mempunyai kharisma dan performa yang baik.
kharisma itu biasanya di bawa orang sejak lahir, karena kharisma itu bisa di bilang adalah hal-hal yang melekat dari orang tersebut. jadi orang yang mempunyai kharisma tidak perlu belajar bagaimana menarik orang lain untuk memperhatikan dia, karena dia sudah mempunyai daya tarik tersendiri.
sedangkan performa tidak ada kaitannya dengan sifat bawaan, sehingga kita dapat belajar untuk menjadi performa yang baik. Guru yang cerdas dalam menjawab pertanyaan siswa akan terlihat lebih wibawa dari pada guru yang gagap.
performa juga biasanya merujuk pada prestasi kerja, jadi guru yang mempunyai prestasi kerja yang baik akan mampu menawan orang lain. dan berbeda dengan kharisma yang berupa fisik, performa justru bersifat nonfisik.
2. VISI
Seorang guru yang membawa Visi yang baik dan jelas dan di ikuti dengan tauladan yang baik untuk mewujudkan visi nya tersebut akan mudah di hormati dan di segani juga pasti akan di cintai oleh murid bahkan juga teman-temannya.
Visi di sini termasuk cara pandang guru terhadap profesinya, seperti apakah guru melihat profesinya sebagai bisnis (hanya pekerjaan) bukan sebagai perjuangan sehingga secara ikhlas seorang guru tersebut bekerja.
3. Membangun Ketegasan, Menjaga Kedekatan
bersikap tegas kepada siswa tidak otomatis membuat kedekatan guru dan siswa akan menjadi buruk, dan patut di catat juga untuk para guru, bahwa kedekatan guru pada siswa tidak akan meruntuhkan wibawa para guru.
Menurut saya, sekarang ini sudah seharusnya guru selain memerankan peran sebagai orang tua, harus juga bisa berperan menjadi seorang sahabat bagi para siswa, karena dengan menjadi sahabat mereka tidak akan sungkan untuk berbicara mengenai masalah yang mendera meraka dan kita juga bisa masuk ke daerah siswa yang lebih pribadi (daripada siswa memilih teman curhat yang tidak bertanggung jawab dan belum tentu mendapat solusi yang tepat). jadi ada waktu kita menjadi seorang guru, dengan bersikap tegas dan ada saatnya kita merangkul mereka menjadi seorang sahabat dengan cara mendengarkan apa yang mereka ceritakan tanpa menghakimi.
to be continue……
Merengkuh Ramadhan
Ramadhan….sejengkal lagi akan tiba kembali
Akankah jiwa ini bersua jua,dan dapat merengkuh indahnya lagi
Kesahduan yang nyata di malam-malamnya..bertabur bintang alunan kalam Ilahi terurai di udara
Kala mentari sejengkal di atas kepala, haus dan lapar sudah mengelora…nikmatnya tiada tara ketika bedug pun datang mengulung waktu
Oh inikah yang mereka rasakan…para penjaja di pinggir jalan,para penghuni rumah-rumah kardus di bantaran kali…
Merengkuh ramadhan tak hanya merasakan lapar,haus dan menahan amarah..tapi cobalah rasakan juga mereka..empatilah yang harus di asah..
Maka kau akan sepenuhnya dapat merengkuh ramadhan…
Menghapus Jejak….
Melangkah menjauh…mencoba menjauh
Melangkah lagi..mencoba melanjutkan hidup.
Melangkah lagi…menghapus bayangmu…
Mimpi-mimpi ini berarak-arak kembali….ku melangkah lagi
Melepaskan segalanya….menghapus jejakmu..
Engkau tak berhak menghentikan langkahku…kau bukan segalaku..
KEJUJURAN YANG MAHAL
Masih ingatkah anda dengan keluarga jujur…Siami dan anaknya Yang dengan keras menentang contekan massal…yang dengan lantang menyuarakan ketidak jujuran…yang mungkin sebenarnya banyak saima-saima juga di antara kita.. Tapi mereka memilih diam karena takut akan mayoritas kebobrokan… Aneh…di kelas saya gembor-gemborkan motto “TIDAK JUJUR HANCUR” Tapi di luar sana “JUJUR=HANCUR” Dibuat dari apakah manusia INDONESIA sekarang ini….pendidikan berkarakter yang di gembor-gemborkan terbukti sudah…proses di ajak berjujur ria..tapi di patahkan ketika UAN berjalan..yang harusnya peristiwa sacral untuk menempa kejujuran malah menempa ketidak jujuran… MALU…karena saya juga seorang GURU….kembalikan saja seperti sedia kala…berapapun nilainya mereka lulus, biarkan mereka belajar jujur..dari pada nilai bagus tetapi kita menanam ketidak jujuran,kebobrokan di jiwa anak-anak kita…kita seperti memasang bom…dan akhirnya nanti ketika mereka menjadi birokrat,teknokrat dan sebagainya akan mengumbar ketidak jujuran mereka..tidak aka nada manusia-manusia idealist yang membela kepentingan Negara,masyarakat… Kembalikan seperti dulu….biarkan seleksi alam yang berkata…jangan ada ketidak jujuran lagi..cukup sekarang…kita tak bisa menutup mata selamaya…tidak bisa..sampai kapan??!!







Last Comment