Agustus 2008


Syukurku menipis…

Kala diriku terpana silau hartanya…

Syukurku yang sedang diambang pintu kemiskinan…

seakan-akan tambah meronta saat hati ini tergoda harta yang dimilikinya

Ah…kenapa syukurku hanya sebatas harta melimpah?

Bukankah mata ini lengkap, bisa melihat pun harus ku syukuri…

Bukankah aku bisa memberi sedekah dan tidak meminta-minta pun harus ku syukuri..

Bukankah jika pun tidak ada uang tetapi badan ini masih sehat pun harus dan tetap ku syukuri…

Ayo…Alam, ayo Makhluk Tuhan, ajari aku terus bersyukur, dalam keadaan apapun

Askum Everybody

aduh…lagi sibuk…!!!

sibuk ngajar, tugas guru sekarang kan buanyak banget, selain of course ngajar gitu. buat RPP lah, Promes lah, Prota lah, tapi ujung-ujungnya ngajarnya ya gitu-gitu aja…ya kan??? ayo ngaku…:)

sibuk ngurusin LAB KOMP yang baru aja jadi dan baru aja dipake….jaringannya masih sering trouble, yang sana bisa yang sini nggak bisa, ya jadinya disana susah di sini susah…:)

sibuk mbuat soal untuk anak-anak yang mau ulangan harian 1, ya mesti loh kan dikumpulin di URKUR, bisa-bisa dapat pelototan dari Miss URKUR yang CAEM2 itu :)

sibuk ngurus anak, tapi yang ini dengan gembira dan senang hati (bukannya yang lain tidak, tapi ya kadang jenuh aja :) )

aduh…nggak ada ide…!!!!

BTW,

ehem…eheeeeeem balik buat Mr Heri, Saya iri istrinya dipajang terus di header BLOG’e…. :)

buat mas Fisha17 masih tetep 17 kan…. Agustus nggak??? MERDEKA….screenshot nya sudah ada tuh di puisi laen, takutnya nanti yang laen BOSEN :)

Mas Johan….Mau Beli ta???   :)

semua temen-temen nge-BLOG thx ya

Aduh…!!!

lembur lagi nih… :)

Hadapi dengan Senyuman aja lah…

suamiku, katankan jika aku cantik

secantik bidadari yang konsisten dengan wudhunya

suamiku, katakan jika aku cantik

walau aku sudah berkerut karena usia,

walau aku gendut karena mengandung anak kita,

walau kulitku hitam karena membantumu mencari nafkah,

walau bibirku pecah dan tidak merah merekah karena lebih baik rizki yang diberikan Allah kita belikan susu anak kita dari pada pemerah bibir yang tak berharga,

suamiku, tetaplah katakan aku cantik

apapun keadaan diriku, cantik bukan fisikku

lihatlah aku dikedalaman jiwa dan pengorbananku untuk mendampingimu

lihatlah aku karena perhatian dan kasih sayangku untuk mu dan anak kita

lihatlah aku apa adanya…

suamiku, temukan keindahan itu pada diriku

dan biarkan kita bersama-sama meniti surga bersama, dengan mesra dan penuh keikhlasan.

hai readers, tulisan ini aku nukil dari majalah kesayangan aku yang baru ALIA

“tidak sedikit perempuan merasa tertekan, bahkan terjajah, oleh berbagai tuntutan lingkungan agar tampil cantik sesuai dengan ukuran-ukuran tidak masuk akal. dalam banyak hal, penjajahan terhadap seorang perempuan diawali dari masa kecilnya, dalam pengasuhan ibunda yang juga terkungkung oleh ukuran-ukuran kecantikan yang sama. dalam kondisi ini, seorang perempuan seakan bisa mengatakan, “Ibuku tersiksa dirinya, maka aku pun menyiksa diriku”

dari kutipan diatas bisa kita simpulkan bahwa

seorang anak perempuan bisa mempunyai kepercayaan diri yang kuat dan tidak terpengaruh dengan propaganda iklan kecantikan yang sekarang ini sedang marak di TV itu berawal dari IBU.

seorang ibu yang tidak bisa menghargai dirinya sendiri, tidak merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya ( Baca – tidak bersyukur akan nikmat Allah) maka hal itu akan terefleksi pada ucapan dia (ibu) kepada anak perempuannya. misalnya ” aduh nak kamu kok gemuk banget” nah dari kata itu saja seorang anak bisa menjadi rendah diri. ” ah saya mengucapkannya pada dia masih kecil” misalnya, masalahnya anak waktu kecil adalah anak yang memiliki memori paling kuat, jadi dia (anak) akan membawa dalam alam bawah sadarnya komentar ibunya yang tidak mengenakkan tadi sampai dia dewasa, dan secara tidak sadar akan mempengaruhi tingkah dia dalam menilai kecantikan diri atau menilai fisiknya.

oleh karena itu, jagalah perasaan anak perempuan kita, ucapkanlah ” duhai anakku kau cantik sekali” atau panggillah dia dengan “Cantik” atau “Manisku” untuk membangun harga diri mereka bukan untuk menyanjung atau menjadikan mereka sombong.

see u next post.