Walaupun sudah tanggal 24 Desember, karena kesibukan saya akhirnya kesampaian juga menulis tentang hari ibu.
Mungkin tradisi untuk mengucapkan selamat ke Ibu atau mencium Ibu kita bukan tradisi yang mudah, karena saya terutama tidak dibiasakan seperti anak sekarang yang selalu cium pipi mamanya, risi sekali mengucapkan selamat pada ibu apalagi mencium beliau.
tetapi saya berusaha membuat resolusi dengan segenap hati mengkoreksi diri untuk lebih berbuat baik pada Ibu, pada teman perempuan, pada wanita setiap wanita yang saya jumpai. seperti apapun dia, saya berusaha lebih sabar dan wise.
Di sekolah saya, tidak seperti biasa setelah upacara menyambut hari ibu anak-anak memilih guru favorite mereka. dari ibu guru yang ada. dan yang lebih mengharukan adalah petugas upacara yang semuanya dari teman-teman guru perempuan saya…terharu deh. contoh yang baik sekali untuk anak-anak.
dan semua kegiatan itu ditutup dengan puisi juga do’a yang mengharu biru, jadi ingat Ibu, Bima yang masih kecil (apakah nanti juga mau mencium saya dan mengucapkan I Love U Mom?? ), ingat mertua, sahabat saya yang sudah jadi ibu, perjuangan saya hamil melahitkan dan merawat bima sampai 7 bulan ini, juga tentu saja perjuangan Ibu saya waktu hamil, melahirkan dan mengurus saya.
Ah tiada yang bisa membalasnya selain Allah.
teruntuk IBU-IBU dimanapun berada, kaum perempuan SELAMAT HARI IBU, Jadiukan hidup kita lebih bermakna dan tanpa meninggalkan kodrat kita sebagai pendidik generasi muda nomor 1.






