Menjadi Guru yang di HORMATI, di SEGANI dan di CINTAI
November 12, 2011 at 5:00 am 1 komentar
terinspirasi bukunya Abdullah Munir “Super Teacher”
Menjadi sosok guru yang saya jadikan judul diatas sepertinya memang sulit sekali, tetapi saya yakin kita sebagai guru mampu dengan catatan harus mau selalu berinovasi, menjadi tauladan dan tidak gampang putus asa.
Ok, jangan berbelit-belit lagi, kita intip aja bagaimana sih caranya agar kita mewujudkan cita-cita menjadi sosok guru yang di HORMATI, di SEGANI dan di CINTAI…
1. WIBAWA
Secara sederhana kita dapat mengartikan wibawa itu sebagai kemampua dari seseorang untuk dapat mempengaruhi dan menguasai orang lain. dan biasanya WIBAWA ini muncul di karenakan orang tersebut mempunyai kharisma dan performa yang baik.
kharisma itu biasanya di bawa orang sejak lahir, karena kharisma itu bisa di bilang adalah hal-hal yang melekat dari orang tersebut. jadi orang yang mempunyai kharisma tidak perlu belajar bagaimana menarik orang lain untuk memperhatikan dia, karena dia sudah mempunyai daya tarik tersendiri.
sedangkan performa tidak ada kaitannya dengan sifat bawaan, sehingga kita dapat belajar untuk menjadi performa yang baik. Guru yang cerdas dalam menjawab pertanyaan siswa akan terlihat lebih wibawa dari pada guru yang gagap.
performa juga biasanya merujuk pada prestasi kerja, jadi guru yang mempunyai prestasi kerja yang baik akan mampu menawan orang lain. dan berbeda dengan kharisma yang berupa fisik, performa justru bersifat nonfisik.
2. VISI
Seorang guru yang membawa Visi yang baik dan jelas dan di ikuti dengan tauladan yang baik untuk mewujudkan visi nya tersebut akan mudah di hormati dan di segani juga pasti akan di cintai oleh murid bahkan juga teman-temannya.
Visi di sini termasuk cara pandang guru terhadap profesinya, seperti apakah guru melihat profesinya sebagai bisnis (hanya pekerjaan) bukan sebagai perjuangan sehingga secara ikhlas seorang guru tersebut bekerja.
3. Membangun Ketegasan, Menjaga Kedekatan
bersikap tegas kepada siswa tidak otomatis membuat kedekatan guru dan siswa akan menjadi buruk, dan patut di catat juga untuk para guru, bahwa kedekatan guru pada siswa tidak akan meruntuhkan wibawa para guru.
Menurut saya, sekarang ini sudah seharusnya guru selain memerankan peran sebagai orang tua, harus juga bisa berperan menjadi seorang sahabat bagi para siswa, karena dengan menjadi sahabat mereka tidak akan sungkan untuk berbicara mengenai masalah yang mendera meraka dan kita juga bisa masuk ke daerah siswa yang lebih pribadi (daripada siswa memilih teman curhat yang tidak bertanggung jawab dan belum tentu mendapat solusi yang tepat). jadi ada waktu kita menjadi seorang guru, dengan bersikap tegas dan ada saatnya kita merangkul mereka menjadi seorang sahabat dengan cara mendengarkan apa yang mereka ceritakan tanpa menghakimi.
to be continue……
Entry filed under: Pengalaman. Tags: .
1 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed







1.
cucokgrup | Februari 11, 2012 pukul 2:31 am
siph