Ketika kau mengadu atas laramu,
dan menyandarkan kepala di bahuku….
Ketika kau menangis karena laramu itu,
dan ingin pelukanku….
Aku ada…selalu..
Maret 24, 2009
Ketika kau mengadu atas laramu,
dan menyandarkan kepala di bahuku….
Ketika kau menangis karena laramu itu,
dan ingin pelukanku….
Aku ada…selalu..
Januari 11, 2009
Dia tersenyum…
dengan raut muka yang carut marut, nyaris bopeng sana – sini
Dia tersenyum….
dengan sebelah kakinya yang buntung, dengan tangannya yang hancur
Dia tersenyum….
dengan selembar kain lusuh yang menghiasi kepalanya, dengan bayi mungil tanpa nyawa di pelukannya
Dia tersenyum…
dengan cucuran air mata
Dia tetap tersenyum, walau hujan mesiu, walau bom berterbangan
Dia tetap tersenyum, walau perih tak terelakkan
dan Dia akan selalu tersenyum, karena Dia tahu
Rabb nya Yang Agung telah menunggunya
dengan senyuman…..
Desember 2, 2008
Suatu saat dimana
Langit tidak mendung lagi
Suatu saat dimana
Hati tak lagi biru
Suatu saat dimana
pintu hati tlah terbuka
dan dimensi ruang juga waktu
Memberiku kesempatan
Suatu saat itu
aku akan datang dan memelukmu erat
Hingga kau mengerti….
kalau aku mencintaimu…
Desember 2, 2008
Alamku…
masih bisakah aku
menjamahmu, mencium wangi tanahmu
alamku
hujan seperti dulu
arsirannya masih saja tegas nan cantik
tapi aku alamku…
tak lagi seperti dulu…
alamku…
inikah diriku?
November 13, 2008
Saat hari telah senja
Saat gelombang ombak sudah tidak lagi menghentak
Saat cahaya sudah tidak lagi terang
Saat tetumbuhan terlihat layu
Dan jasadku telah berubah seperti itu…
Tapi saat itu, ku ingin jiwaku masih mengelora
Masih menyala terang
Saat hari senja
Saat usia tak lagi muda
Aku ingin terus berkarya, aku ingin terus bergelora
Aku ingin selalu menyinari bunga-bunga yang bermekaran…
Menjadi setetes air yang sejuk
Bagi mereka
Sampai tiba waktu itu, yang tidak lagi bisa ku abaikan
Agustus 22, 2008
Syukurku menipis…
Kala diriku terpana silau hartanya…
Syukurku yang sedang diambang pintu kemiskinan…
seakan-akan tambah meronta saat hati ini tergoda harta yang dimilikinya
Ah…kenapa syukurku hanya sebatas harta melimpah?
Bukankah mata ini lengkap, bisa melihat pun harus ku syukuri…
Bukankah aku bisa memberi sedekah dan tidak meminta-minta pun harus ku syukuri..
Bukankah jika pun tidak ada uang tetapi badan ini masih sehat pun harus dan tetap ku syukuri…
Ayo…Alam, ayo Makhluk Tuhan, ajari aku terus bersyukur, dalam keadaan apapun
Agustus 7, 2008
suamiku, katankan jika aku cantik
secantik bidadari yang konsisten dengan wudhunya
suamiku, katakan jika aku cantik
walau aku sudah berkerut karena usia,
walau aku gendut karena mengandung anak kita,
walau kulitku hitam karena membantumu mencari nafkah,
walau bibirku pecah dan tidak merah merekah karena lebih baik rizki yang diberikan Allah kita belikan susu anak kita dari pada pemerah bibir yang tak berharga,
suamiku, tetaplah katakan aku cantik
apapun keadaan diriku, cantik bukan fisikku
lihatlah aku dikedalaman jiwa dan pengorbananku untuk mendampingimu
lihatlah aku karena perhatian dan kasih sayangku untuk mu dan anak kita
lihatlah aku apa adanya…
suamiku, temukan keindahan itu pada diriku
dan biarkan kita bersama-sama meniti surga bersama, dengan mesra dan penuh keikhlasan.
Juli 22, 2008
Semburat merah wajahnya
senyum tersungging manis, merekah dari bibir mungilnya
Matanya menyiratkan keindahan kasihnya untuk ku
Alisnya bertaut jenaka ketika ku balas tatapan mesranya
kini, bibir mungilnya mengerucut
ketika aku mengajaknya bicara, mengajaknya bercanda
lihatlah dia menjulurkan lidahnya, tanda bahagia
lihatlah binar di bola matanya yang hitam
lihatlah dibibirnya yang ditarik lepas
lihatlah tangan mungilnya yang mengapai-gapai
kakinya yang menghentak-hentak
lihatlah dia, yang seakan ingin berkata
“I Love You, Mom” dengan Mesra….
Juli 16, 2008
Tatkala temaram datang mewarnai langit
Jiwa yang sudah gundah pun kian tercabik
Seakan ikut merasakan dunia yang akan terasa sunyi dan dingin
Andaikan jiwa yang ini tak terlukai sejak dulu
Mungkin walau dunia sesunyi apapun tak akan bergeming
jika saja jiwa ini selalu merindukan Dia mungkin masih ada asa tersisa
Pasti tak akan lagi sisi temaram di jiwa apalagi mendung yang mengelayut manja
Harusnya jiwa ini selalu menghadap-Nya
Seharusnya….ya seharusnya
Juli 6, 2008
Dia, anakku
Dia ku beri nama Bim
Tatkala dia menangispun hatiku tersenyum bahkan tertawa
Tatkala dia menjerit, menyepakku dengan kakinya yang mungil,
memukul dadaku dengan tangannya yang kecil
Hatiku pun masih tertawa, tersenyum bahagia…
Dia, anakku Bim
dengan dia siang bagai malam dan malam bagai siang
dengan dia tangis menjadi tawa dan kesedihan berubah indah
dengan dia beban yang telah ada menjadi tiada
Dia, anakku Bim
yang akan selalu membuatku tersenyum selamanya sampai dia dewasa
Dia anakku, Bim akan menjadi pelipur laraku sampai ajalku menjemput
Anakku Bim, jadilah seperti yang kau mau Nak, Bukan yang Ibu dan ayah mau
bukan seperti Yang kung dan Yang Ti mau…
Anakku Bim, Jadilah dirimu, Apa adanya bersahaja dan sederhana