
1997, tahun aku mulai masuk SMU, waktu itu masih ada acara perpeloncohan walaupun sudah tidak se ekstrim dulu-dulu lagi. “Ndah, kenalkan adikku, tolong dijaga ya..” Salah satu kakak kelasku mengenalkan adiknya yang juga murid baru di SMU, Walah…kok dijaga sih kan sudah SMU, wuah..waktu pertama kali liat kamu “Loh kok kecil banget ya…” hahaha (Maap sengaja) tapi wajahmu cantik banget, putih sedangkan kamu tau kan kalau aku ini cewek paling item di kelas hehe…
perkenalan pertama dengan kamu yang terlintas dipikiranku selain tubuh mungilmu adalah kamu pendiem sekali, jadinya kita saling diam membisu ( ceile…). alhasil selama penataran itu kita sebangku dan sampai kelas 3 pun kayaknya kamu ndak mau pisah sama aku (hei-hei kita bukan samen leven y…hehe).
semester 1 SMU ada yang beda dengan dirimu, dan kita sudah sama-sama membuka topeng kita (haha) ternyata kita sama-sama EDAN, Rame, ngak bisa diem, suka nyanyi, sanguin sejati haha… walo tetep aku masih kalah sama kamu, buktinya cubitanmu sampai sekarang masih bekas dikulitku ( itu ada bintik-bintik kecil hehehe). Akhirnya kita jadi sahabat yang sejati, hehe…ingat ngak waktu guru kita julukin kita pasangan serasi, unik, ya karena postur kita yang lucu, ngemesin, kamunya kecil banget (ACIL katamu) sedangkan aku yang Big size gitu…hahaha. tapi untuk nyali buat ngegampar orang rasanya besaran kamu deh…(aku kan badan Gede hati Kecil huehehe). jadi inget waktu aku diolok-olok sama temen cowok (waktu itu aku lagi sebel sama manusia yang ada cap cowok dijidatnya) eh kamu tiba-tiba ngomong “Wah PERBAKIN persatuan Batuk kinclong” ya emang sih cowok itu “Batuke Ombo banget” haha, dan dia sewot banget (Rasain, alhasil dia ngak nyapa kita 1 semester).
itulah kamu pahlawan sejatiku huehehe Dengan adanya kamu aku belajar keberanian, apa itu menghargai privasi (selama sama kamu, aku sempet desperate banget karna kamu ngak pernah curhat ke aku, except tentang keluarga itupun dikit banget, tak kira aku bukan sahabat kamu yang baik ya Dee).
Oh ya, aku suka manggil kamu Dee karna lainnya manggil kamu Dian, males banget “madan-madani arek-arek” he…
Dan ternyata Dee persaabatan kita tidak hanya dampai disitu saja, Allah berkehendak lain, sekarang aku jadi kakak ipar kamu, meskipun kamu tetep tak bisa manggil aku “Mbak” hehe, (enak gitu biar ngak tua) persahabatan kita meningkat menjadi saudara, teman-teman kita sih banyak yang bilang “Makanya dulu deket banget, di comblangi ma kakake ya Din” padahal kamu adalah orang terakhir yang tahu kalau aku ma Mas Wawan (Benny) sedang Taaruf hehe dan serius lagi.
Dengan semua kejadian itu aku merasa beruntung banget, karena Allah menjadikan sahabat yang paling aku sayangi menjadi saudara yang juga InsyaAllah tambah aku sayang, dan kita nanti menjadi keluarga besar yang berkumpul ( dipertemukan Allah) di SURGA, Amiin, InsyaAllah ya Dee…