<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Share Your Tears 'n Smile with Me</title>
	<atom:link href="http://indteacher.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indteacher.wordpress.com</link>
	<description>Tentang kegalauan hati, ide-ide kecil, dan Komputer</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Nov 2009 04:38:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='indteacher.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0ee0a40b3a3d7537e9e26bab2b00ef8b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Share Your Tears 'n Smile with Me</title>
		<link>http://indteacher.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>See You Next Time&#8230;..</title>
		<link>http://indteacher.wordpress.com/2009/07/15/see-you-next-time/</link>
		<comments>http://indteacher.wordpress.com/2009/07/15/see-you-next-time/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 03:53:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indteacher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teman-teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indteacher.wordpress.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Kalau readers sering berkunjung ke blog saya dan membaca salah satu item yang ada di teman-teman saya pasti tahu bahwa saya mempunyai salah satu teman yang sangat saya sayangi dan banggakan, yang selalu saya juluki dengan Mrs. Welas&#8230;Lailatul Khamidah.
Memang sudah digariskan oleh Tuhan YME untuk bertemu dengan sahabat satu ini, mungkin Tuhan melihat kebaikan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=432&subd=indteacher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kalau readers sering berkunjung ke blog saya dan membaca salah satu item yang ada di teman-teman saya pasti tahu bahwa saya mempunyai salah satu teman yang sangat saya sayangi dan banggakan, yang selalu saya juluki dengan Mrs. Welas&#8230;Lailatul Khamidah.</p>
<p>Memang sudah digariskan oleh Tuhan YME untuk bertemu dengan sahabat satu ini, mungkin Tuhan melihat kebaikan dan idealisme yang ada di beliau sehingga saya di ijinkan bertemu dan menjadi murid yang selalu belajar dari beliau (walaupun masih banyak yang belum saya pelajari karena kebebalan saya). Sehingga dari Kepanjen Malang, beliau di mutasi di SMPN 1 Porong karena suaminya yang memang di haruskan bekerja berpindah-pindah selama 5 tahun ( nggeh bu Lail). Sebelum di Malang pun beliau di Palembang.</p>
<p>Dan&#8230;</p>
<p>Sekarang beliau harus menyusul dan mendampingi suami ke Palu. Bulan Juli ini resminya beliau dan anak-anak boyongan kesana. saya yang merasa kehilangan hanya bisa berdoa untuk beliau, dari saya sebagai sahabat sekaligus murid kemarin hanya sempet memberikan barang yang saya anggap sangat berharga bagi saya karena beliaupun sangat berharga sehingga saya ingin beliau selalu bisa merasakan saya jika mencermati setiap bait dari tulisan-tulisannya.</p>
<p>Bu Lail, saya nggak suka sekali untuk mengucapkan selamat tinggal. jadi See You next time My Friends&#8230;janji ya kita komunikasi melalui signal2 OK&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indteacher.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indteacher.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indteacher.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indteacher.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indteacher.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indteacher.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indteacher.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indteacher.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indteacher.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indteacher.wordpress.com/432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=432&subd=indteacher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indteacher.wordpress.com/2009/07/15/see-you-next-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e26cee5b3c6f191b01461d0b32823033?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indteacher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Komputer (2)</title>
		<link>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/07/mengenal-komputer-2/</link>
		<comments>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/07/mengenal-komputer-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 12:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indteacher</dc:creator>
				<category><![CDATA[TIK kelas 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indteacher.wordpress.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Definisi Komputer
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=398&subd=indteacher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Definisi Komputer</span><br />
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.</p>
<div class="fullpost" style="text-align:justify;">
<div style="text-align:justify;">Sekalipun demikian, definisi di atas mencakup banyak alat khusus yang hanya bisa memperhitungkan satu atau beberapa fungsi. Ketika mempertimbangkan komputer modern, sifat mereka yang paling penting yang membedakan mereka dari alat menghitung yang lebih awal ialah bahwa, dengan pemrograman yang benar, semua komputer dapat mengemulasi sifat apa pun (meskipun barangkali dibatasi oleh kapasitas penyimpanan dan kecepatan yang berbeda), dan, memang dipercaya bahwa mesin sekarang bisa meniru alat perkomputeran yang akan kita ciptakan di masa depan (meskipun niscaya lebih lambat). Dalam suatu pengertian, batas kemampuan ini adalah tes yang berguna karena mengenali komputer &#8220;maksud umum&#8221; dari alat maksud istimewa yang lebih awal. Definisi dari &#8220;maksud umum&#8221; bisa diformulasikan ke dalam syarat bahwa suatu mesin harus dapat meniru Mesin Turing universal. Mesin yang mendapat definisi ini dikenal sebagai Turing-lengkap, dan yang pertama mereka muncul pada tahun 1940 di tengah kesibukan perkembangan di seluruh dunia. Lihat artikel sejarah komputer.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bagaimana Komputer Bekerja</span><br />
Saat teknologi yang dipakai pada komputer digital sudah berganti secara dramatis sejak komputer pertama pada tahun 1940-an, komputer kebanyakan masih menggunakan arsitektur Von Neumann, yang diusulkan di awal 1940-an oleh John von Neumann.<br />
Arsitektur Von Neumann menggambarkan komputer dengan empat bagian utama: Unit Aritmatika dan Logis (ALU), unit kontrol, memori, dan alat masukan dan hasil (secara kolektif dinamakan I/O). Bagian ini dihubungkan oleh berkas kawat, &#8220;bus&#8221;</p>
<p>Dalam arsitektur von Neumann yang asli, ia menjelaskan sebuah Unit Aritmatika dan Logika, dan sebuah Unit Kontrol. Dalam komputer-komputer modern, kedua unit ini terletak dalam satu sirkuit terpadu (IC &#8211; Integrated Circuit), yang biasanya disebut CPU (Central Processing Unit).</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Unit Aritmatika dan Logika, atau Arithmetic Logic Unit (ALU)</span>, adalah alat yang melakukan pelaksanaan dasar seperti pelaksanaan aritmatika (tambahan, pengurangan, dan semacamnya), pelaksanaan logis (AND, OR, NOT), dan pelaksanaan perbandingan (misalnya, membandingkan isi sebanyak dua slot untuk kesetaraan). Pada unit inilah dilakukan &#8220;kerja&#8221; yang nyata.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Unit kontrol</span> menyimpan perintah sekarang yang dilakukan oleh komputer, memerintahkan ALU untuk melaksanaan dan mendapat kembali informasi (dari memori) yang diperlukan untuk melaksanakan perintah itu, dan memindahkan kembali hasil ke lokasi memori yang sesuai. Sekali yang terjadi, unit kontrol pergi ke perintah berikutnya (biasanya ditempatkan di slot berikutnya, kecuali kalau perintah itu adalah perintah lompatan yang memberitahukan kepada komputer bahwa perintah berikutnya ditempatkan di lokasi lain).</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Input dan Hasil (I/O)</span> membolehkan komputer mendapatkan informasi dari dunia luar, dan menaruh hasil kerjanya di sana, dapat berbentuk fisik (hardcopy) atau non fisik (softcopy). Ada berbagai macam alat I/O, dari yang akrab keyboard, monitor dan disk drive, ke yang lebih tidak biasa seperti webcam (kamera web, printer, scanner, dan sebagainya.</p>
<p>Yang dimiliki oleh semua alat masukan biasa ialah bahwa mereka meng-encode (mengubah) informasi dari suatu macam ke dalam data yang bisa diolah lebih lanjut oleh sistem komputer digital. Alat output, men-decode data ke dalam informasi yang bisa dimengerti oleh pemakai komputer. Dalam pengertian ini, sistem komputer digital adalah contoh sistem pengolah data.</p></div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indteacher.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indteacher.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indteacher.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indteacher.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indteacher.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indteacher.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indteacher.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indteacher.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indteacher.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indteacher.wordpress.com/398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=398&subd=indteacher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/07/mengenal-komputer-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e26cee5b3c6f191b01461d0b32823033?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indteacher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BELAJAR MENJADI DERMAWAN YANG RASIONAL</title>
		<link>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/belajar-menjadi-dermawan-yang-rasional/</link>
		<comments>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/belajar-menjadi-dermawan-yang-rasional/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 13:58:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indteacher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Untuk GURU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indteacher.wordpress.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Pernah tidak, mendengar cerita ada anak yang kalau memberi sesuatu suka berlebihan. Misalnya saja, dengan enteng dia memberikan seraup uang logam yang ada di mobil ibunya kepada seorang pengemis di jalan. Kalau dijumlahkan, uang logam dalam genggamannya itu bisa mencapai 3 ribu sampai 5 ribu rupiah. Padahal pengemis di jalan tidak cuma satu. Masih banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=395&subd=indteacher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernah tidak, mendengar cerita ada anak yang kalau memberi sesuatu suka berlebihan. Misalnya saja, dengan enteng dia memberikan seraup uang logam yang ada di mobil ibunya kepada seorang pengemis di jalan. Kalau dijumlahkan, uang logam dalam genggamannya itu bisa mencapai 3 ribu sampai 5 ribu rupiah. Padahal pengemis di jalan tidak cuma satu. Masih banyak pengemis lain yang akan minta sedekah. Dari situ, wajarlah kalau lantas orangtua menilai anak kelewat dermawan.Akan tetapi bagi anak sendiri sebenarnya bukan suatu masalah apakah terkesan berlebihan atau tidak.<span id="more-395"></span></p>
<p>Si prasekolah memaknainya berbeda. Betapa senangnya bisa berbagi dengan orang lain. Betapa bahagianya melihat orang lain senang. Rasa bahagia yang diperoleh dari ketulusan menolong orang lain tiada terkira nilainya. Kepekaan sosial anak pun akan semakin terasah.  Karena itu, tak perlu buru-buru melarang anak melanjutkan kebiasaan berbaginya. Larangan hanya akan menimbulkan pertanyaan atas inkonsistensi sikap orangtua yang sebelumnya mungkin mengajarkan perlunya tolong-menolong dengan orang lain. &#8220;Lo, kok sekarang aku dilarang, apanya yang salah?&#8221;  Lebih baik, ajari anak untuk mengelola pembagian itu. Misalnya, &#8220;Coba Nak, uang yang kamu punya mau diberikan kepada siapa saja? Sebagian buat pengamen dan sebagian lagi buat pengemis ya? Nah, sebagian lagi buat sedekah di masjid ya.&#8221; Dengan begitu anak juga belajar bersikap &#8220;adil&#8221; dengan merencanakan ke mana saja uang yang hendak diberikannya.  Akan tetapi sekali lagi, sah-sah saja kalau memang anak mau memberikan sesuatu kepada orang lain secara &#8220;royal&#8221;. Dia semata-mata tulus ingin berbagi dengan orang lain. Orangtua tak perlu mencegah atau membatasi pemberiannya. Jika terus diberi penjelasan rasional, lambat laun anak akan dapat mengukur berapa banyak sih uang yang layak diberikan untuk pengemis, pengamen, dan sebagainya. Berapa banyak pula sumbangan yang hendaknya diberikan buat panti asuhan, sedekah di masjid, kerabat yang sakit, dan lainnya. Orangtua bisa saja menjelaskan begini, &#8220;Kalau kamu mau memberi dalam jumlah yang banyak, mengapa enggak disalurkan saja ke yayasan sosial. Barangkali manfaatnya bisa lebih banyak lagi.&#8221; Jadi sedikit demi sedikit kita ajak si prasekolah berpikir lebih maju lagi.  Orangtua memang perlu memberi pemahaman tentang makna kedermawanan dengan sejelas-jelasnya pada anak. Kapan kita bisa memberi, bagaimana caranya, dan apa manfaat pemberian kita bagi orang lain. &#8220;Nak, memberi teman yang tidak membawa makanan itu sangat baik. Makanan bekal kamu dibagi dua saja, separuh untuk kamu, separuh lagi untuk temanmu.&#8221; Dengan demikian, anak pun memahami konsep kedermawanan dalam proporsi yang benar. Tak hanya dengan uang, latih pula kedermawanan si prasekolah dengan memberikan pakaian layak pakai atau makanan berlebih untuk pengemis dan pemulung yang lewat di depan rumah. Dengan begitu sekaligus anak belajar bahwa makanan itu tak boleh dibuang-buang atau dihamburkan.  MENGASAH EMPATI  Ada beberapa manfaat yang bisa dipetik jika anak selalu mengasah sikap kedermawannya, yaitu:  * Mengasah empati dan jiwa sosial  Jika lingkungan mendukung, tentu akan tumbuh rasa empati si prasekolah terhadap lingkungannya. Misalnya, teman di sekolah enggak bawa bekal, maka ketika jam makan, anak mau berbagi makanan dengan sang teman tersebut. Menjadi sosok dermawan juga berarti mengasah jiwa sosial si prasekolah. Kalau hal baik ini terus dipupuk tentu akan terbawa oleh anak sampai besar.  * Belajar nilai-nilai agama  Mengasah kedermawanan sekaligus mengenalkan anak sejak dini tentang nilai-nilai dalam agama. Bahwa kita punya kewajiban untuk berbagi, bahwa ada sebagian dari rezeki kita merupakan hak orang-orang yang kurang mampu dan sebagainya. Anak belajar, mungkin uang yang dimiliki tak seberapa, tapi bagi orang lain mungkin sangatlah besar dan berharga.  * Belajar mengelola uang  Dia pun bisa memaknai arti uang. Selain belajar menjadi dermawan, si prasekolah juga belajar bagaimana mengelola dan menghargai uang, serta tahu ke mana dan bagaimana uang itu sebaiknya dimanfaatkan.</p>
<p>DARI MANA DATANGNYA SIKAP DERMAWAN</p>
<p>Jika ditilik dari kajian psikologi, memang anak usia prasekolah sudah memahami konsep berbagi dengan orang lain atau teman, entah itu berbentuk makanan, mainan atau sesuatu lainnya. Di usia sebelumnya yaitu batita, mereka baru mengenal konsep kepemilikan. Nah di usia 4-5 tahun ini, pemahaman mereka akan sifat kedermawanan sudah mulai terbentuk. Apalagi karena lingkungan pergaulan anak pun makin luas. Di TK, tentu peluang untuk berbagi atau mengasah sikap kedermawanan ini makin terbuka. Ditambah jika guru selalu mengajarkan anak-anak untuk rajin beramal, menjadi sosok yang baik dengan cara selalu memberikan bantuan kepada orang lain, dan mengasihi sesama. Bukankah pihak sekolah juga sering mempergunakan momen-momen tertentu, misalnya hari besar agama, untuk kegiatan amal. Mainan, uang, buku, baju atau seragam yang tak lagi dipakai tapi masih layak pakai disalurkan kepada anak-anak yang membutuhkan atau lembaga sosial. Jadi, peran sekolah pun sangat penting dalam mengembangkan sikap kedermawanan anak.  Kalau mau ditelusuri lebih lanjut, sebenarnya ada beberapa hal yang menjadi latar belakang kenapa si prasekolah memiliki sikap dermawan, yaitu:  * Ingin membuat senang orang lain  Secara prinsip jika ditelaah dari sisi perkembangan moral anak, sebenarnya dalam diri si prasekolah tumbuh rasa ingin membuat orang lain senang. Misalnya dengan cara memberi sesuatu pada temannya. Baginya, bisa membuat senang orang lain itu sungguh menyenangkan hati. Ternyata jika memberi sesuatu kepada orang lain atau teman, maka kedua pihak akan merasa senang. Yang perlu diketahui juga, anak memberi sesuatu masih dengan tulus, tidak ada rasa ingin dipuji teman atau orang lain.  * Peniruan  Satu hal lain, sikap dermawan anak biasanya didapat lantaran meniru lingkungannya. Dengan kata lain, faktor lingkungan juga sangat menentukan apakah anak menjadi sosok dermawan atau tidak. Asal tahu saja, anak usia prasekolah sangat dipengaruhi stimulasi lingkungannya. Dia akan terpacu untuk menonjolkan sikap dermawannya bila ayah, ibu, kakak dan saudara lainnya juga menunjukkan sikap dermawan.  Dengan kata lain, orangtua memang sebaiknya memberikan contoh sebanyak-banyaknya bagi anak. Entah itu menjadi model sosok yang dermawan, menjadi orang yang baik hati, selalu menolong, atau mengerjakan sesuatu dengan baik dan benar. Anak prasekolah masih menjadi peniru sejati. Contoh konkretnya, ia melihat orangtua selalu menyumbang ke panti asuhan. Ketika ada pengemis, orangtua memberinya makanan atau uang. Jika ada teman yang membutuhkan bantuan selalu ditolong. Alhasil, anak pun ingin meniru. Dalam benaknya muncul pemikiran,&#8221;Aku ingin seperti ayah dan ibu yang selalu menolong orang lain, selalu berbagi dan selalu baik pada orang lain.&#8221; Diposkan oleh Dyah Kusuma di 22:17 Label: character Building, Komunikasi &#8211; Interaksi &#8211; Sosial</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indteacher.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indteacher.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indteacher.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indteacher.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indteacher.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indteacher.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indteacher.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indteacher.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indteacher.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indteacher.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=395&subd=indteacher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/belajar-menjadi-dermawan-yang-rasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e26cee5b3c6f191b01461d0b32823033?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indteacher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGASAH KECERDASAN SOPAN SANTUN</title>
		<link>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/mengasah-kecerdasan-sopan-santun/</link>
		<comments>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/mengasah-kecerdasan-sopan-santun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 13:56:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indteacher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Untuk GURU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indteacher.wordpress.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Kelak, anak yang dibiasakan bersikap sopan santun akan lebih mudah bersosialisasi dan mau mematuhi aturan umum di masyarakat.
Orang tua memang dituntut untuk menularkan etiket pada anak. Namun, mengajarkan etiket tak bisa dilakukan dalam satu hari. Perlu proses yang cukup panjang dan harus dilakukan secara konsisten serta berkesinambungan agar hasilnya maksimal. Terkadang, meskipun orang tua sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=393&subd=indteacher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="post-body entry-content">Kelak, anak yang dibiasakan bersikap sopan santun akan lebih mudah bersosialisasi dan mau mematuhi aturan umum di masyarakat.</p>
<p>Orang tua memang dituntut untuk menularkan etiket pada anak. Namun, mengajarkan etiket tak bisa dilakukan dalam satu hari. Perlu proses yang cukup panjang dan harus dilakukan secara konsisten serta berkesinambungan agar hasilnya maksimal. Terkadang, meskipun orang tua sudah &#8220;bersusah payah&#8221; mendidik si kecil agar bersikap sopan, lingkungan di luar rumah justru memberikan model yang berlawanan. Ada juga yang menyikapi perilakunya secara permisif misalnya meng- izinkan si prasekolah merebut mainan anak lain tanpa meng- upayakan cara yang santun dan beranggapan, &#8220;Biarin aja begitu, namanya juga anak-anak. Nanti juga berubah kok sikapnya kalau sudah besar.&#8221; Nah, justru pemakluman seperti ini secara langsung maupun tidak mengakibatkan anak menerapkan perilaku tak sopan bahkan menganggap apa yang dilakukannya itu sah-sah saja. Alhasil, sikap tidak beretiket akan terus terbawa sampai besar. Kalau sudah begitu, akan sulit sekali untuk mengubah perilakunya.</p>
<p>Sebenarnya ada beberapa hal penting yang mesti diperhatikan orang tua agar anak cerdas bertatakrama, yaitu:</p>
<p>ORANG TUA SEBAGAI MODEL</p>
<p>Sekali lagi, pembentukan perilaku sopan santun sangat dipengaruhi lingkungan. Anak pasti menyontoh perilaku orang tua sehari-hari. Tak salahlah kalau ada yang menyebutkan bahwa ayah/ibu merupakan model yang tepat bagi anak. Di sisi lain, anak dianggap sebagai sosok peniru yang ulung. Lantaran itu, orang tua sebaiknya selalu menunjukkan sikap sopan santun. Dengan begitu, anak pun secara otomatis akan mengadopsi tata- krama tersebut. Asal tahu saja, pola pengajaran bertatakrama tentunya tidak semata berupa nasihat, akan tetapi juga perlu contoh.</p>
<p>Kemudian, orang tua juga mesti konsisten dan konsekuen menerapkan adab yang baik. Misalnya, ayah/ibu minta si prasekolah setiap makan di meja makan. Akan tetapi dia sendiri makan di ruang tengah sambil nonton teve atau sambil berdiri. Ya, tentunya takkan berefek maksimal. Mungkin saja si anak malah protes, &#8220;Kok ayah makannya sambil nonton teve, sih?&#8221;</p>
<p>Yang perlu diwaspadai, anak dapat berperilaku berlawanan karena menyontoh orang lain baik yang sebaya ataupun lebih dewasa. Kalau sudah begitu, jelaskan pada si kecil dengan bahasa yang mudah dipahami kenapa sikap seperti itu dilarang dan tak baik dilakukan. Yang pasti jangan sambil marah-marah karena toh anak mungkin pada dasarnya tak tahu sikap yang dilakukannya itu baik atau buruk.</p>
<p>MULAI DARI HAL KECIL</p>
<p>&#8220;Pengajaran&#8221; tatakrama sebaiknya dimulai dari kehidupan sehari-hari dan dari hal yang kecil. Anak dikenalkan mengenai aturan-aturan atau adab sopan santun. Kelak, kebiasan-kebiasan baik yang kadang luput dari perhatian ini akan terus dilakukan hingga dia besar.</p>
<p>Nah, berikut contoh-contoh sikap dasar yang perlu &#8220;ditularkan&#8221;, yaitu:</p>
<p>* Mengucapkan terima kasih jika diberi sesuatu atau ketika si prasekolah dibawakan sesuatu baik oleh orang tua maupun orang lain. Sekaligus mengajarkan menghargai jerih payah orang lain.</p>
<p>* Mengucapkan &#8220;maaf&#8221; jika bersalah. Mengajarkan sportivitas dan berani mengakui kesalahan.</p>
<p>* Mengucapkan tolong ketika meminta diambilkan sesuatu, misalnya. Dengan begitu, anak belajar untuk menghargai pertolongan atau bantuan orang lain.</p>
<p>* Menyapa, memberi salam atau mengucapkan permisi jika bertemu orang lain. Mengajarkan pula perilaku ramah dan agar mudah bersosialisasi.</p>
<p>* Mengajarkan adab menerima telepon. Sekaligus mengajarkan bagaimana berbudi bahasa yang baik. Dalam skala yang lebih luas, bagaimana bersikap di tempat umum, misalnya tidak berteriak-teriak, tidak memotong pembicaraan orang.</p>
<p>* Mengajarkan privasi orang lain, misalnya mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar tidur orang tua. Prinsip dasar sopan santun adalah menghargai hak dan perasaan orang lain. Ini akan menjadi dasar bagi anak untuk menjadi manusia yang beretika.</p>
<p>* Etiket makan yang baik, tidak sambil jalan-jalan atau melakukan aktivitas lain. Sikap ketika makan di meja makan, tidak bersendawa atau makan sambil ngobrol, misalnya.</p>
<p>JELASKAN TUJUANNYA</p>
<p>Selain memberikan contoh yang baik, tentunya orang tua juga perlu menjelaskan pada si prasekolah kenapa harus menerapkan sopan santun. Misalnya, kalau anak berteriak-teriak atau lari kesana-kemari saat ayah/ibu menerima tamu tentu akan mengganggu konsentrasi dan pembicaraan. Di sisi lain, ayah/ibu pun jadi malu melihat tingkah-polah si anak. Sang tamu mungkin tak berkeberatan dengan sikap seperti itu, malah barangkali menganggap lucu. Akan tetapi, jika perilaku yang sama terus dilakukan efek jangka panjangnya cenderung negatif bagi si anak sendiri.</p>
<p>Barangkali si kecil juga tak tahu maksud harus mengucapkan terima kasih, maaf, salam dan sebagainya. Menjadi tugas orang tualah untuk menjelaskan alasan semua aturan atau tatakrama tersebut.</p>
<p>Nah, mengajak atau mengajarkan anak bersopan santun sekali lagi tidak perlu dengan cara yang keras. Namun upayakan dengan kelembutan sehingga anak betul-betul memahami maksud dan tujuan beretiket. Umumnya, anak yang baik dan bisa menghargai orang lain adalah anak yang tahu sopan santun. Sebagai sebuah proses, bagaimana pun orang tua perlu sabar hingga anak mengerti dan menerapkannya.</p>
<p>Kelak, anak yang dibiasakan dari kecil untuk bersikap sopan santun akan lebih mudah bersosialisasi. Dia akan mudah memahami aturan-aturan yang ada di masyarakat dan mau mematuhi aturan umum tersebut. Anak pun relatif mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, supel, selalu menghargai orang lain, penuh percaya diri, dan memiliki kehidupan sosial yang baik. Pen-dek kata, dia tumbuh menjadi sosok yang beradab.</p>
<p>HARUS SEJAK DINI</p>
<p>Mengenalkan dan mengajarkan tatakrama sebaiknya dilakukan sejak dini, setidaknya usia batita. Tentunya dikenalkan dari hal yang paling sederhana, seperti memberi salam, minta izin sebelum meminjam barang kakaknya, mengetuk pintu sebelum masuk kamar orang tua, dan sebagainya. Jangan menunggu mengenalkan adab atau etiket ketika anak sudah besar. Pun, jangan menyerahkan sepenuhnya perihal pengajaran sopan santun ini pada pihak sekolah. Toh, pembelajaran etiket atau tatakrama sebenarnya paling efektif dilakukan ayah dan ibu.(tabloid-nakita)</p></div>
<div class="post-footer-line post-footer-line-1"><span class="post-author vcard"> Diposkan oleh <span class="fn">Dyah Kusuma</span> </span> <span class="post-timestamp"> di <a class="timestamp-link" title="permanent link" rel="bookmark" href="http://pembelajaran-anak.blogspot.com/2008/11/mengasah-kecerdasan-sopan-santun.html"><abbr class="published" title="2008-11-04T22:44:00-08:00">22:44</abbr></a> </span> <span class="reaction-buttons"> </span> <span class="star-ratings"> </span> <span class="post-comment-link"> </span> <span class="post-backlinks post-comment-link"> </span> <span class="post-icons"> <span class="item-control blog-admin pid-1453284671"> <a title="Edit Entri" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8025918935464985325&amp;postID=7803680208989644106"> <img class="icon-action" src="http://www.blogger.com/img/icon18_edit_allbkg.gif" alt="" width="18" height="18" /> </a> </span> </span></div>
<div class="post-footer-line post-footer-line-2"><span class="post-labels"> Label: <a rel="tag" href="http://pembelajaran-anak.blogspot.com/search/label/character%20Building">character Building</a>, <a rel="tag" href="http://pembelajaran-anak.blogspot.com/search/label/Pendidikan%20Mental%20-%20Moral">Pendidikan Mental &#8211; Moral</a> </span></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indteacher.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indteacher.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indteacher.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indteacher.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indteacher.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indteacher.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indteacher.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indteacher.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indteacher.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indteacher.wordpress.com/393/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=393&subd=indteacher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/mengasah-kecerdasan-sopan-santun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e26cee5b3c6f191b01461d0b32823033?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indteacher</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.blogger.com/img/icon18_edit_allbkg.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ayah, Menentukan Kualitas Anak</title>
		<link>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/ayah-menentukan-kualitas-anak/</link>
		<comments>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/ayah-menentukan-kualitas-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 13:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indteacher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Untuk GURU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indteacher.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ayah dapat menjadi model bagi anak-anak mereka, mencontoh perilaku ayah itulah yang sering dilakukan anak-anak. Namun tidak selamanya seperti itu, bisa saja sang anak meniru perilaku buruk ayahnya.
Apa pun jenis kelamin anak, ayah adalah model terdekat bagi mereka. Sikap dan perilaku ayah terhadap rumah, keluarga dan orang lain terekam dengan kuat dalam memori anak. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=390&subd=indteacher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>Seorang ayah dapat menjadi model bagi anak-anak mereka, mencontoh perilaku ayah itulah yang sering dilakukan anak-anak. Namun tidak selamanya seperti itu, bisa saja sang anak meniru perilaku buruk ayahnya.</div>
<p>Apa pun jenis kelamin anak, ayah adalah model terdekat bagi mereka. Sikap dan perilaku ayah terhadap rumah, keluarga dan orang lain terekam dengan kuat dalam memori anak. Dibanding anak perempuan, ternyata anak laki-laki lebih senang mencontoh perilaku ayah mereka.<span id="more-390"></span></p>
<p>Seorang ayah yang bermalas-malasan, memberi catatan pada anak laki-laki untuk juga bersikap demikian. Namun, pada anak perempuan akan lahir pemahaman negatif tentang laki-laki. Dia akan berkesimpulan bahwa sifat laki-laki adalah suka bermalas-malasan!</p>
<p>Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjadi ayah yang baik bagi anak-anak, diantaranya :</p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td>-</td>
<td><strong>Perlakukan ibu dari anak-anak dengan baik</strong></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>Menjaga keutuhan pernikahan dan rumah tangga, mendengarkan pendapat istri dan menanggapi kebutuhannya merupakan manifestasi dari perlakuan baik terhadap ibu dari anak-anak. Anak mengamati, dan kemudian membentuk perilaku dan pola pikir tentang menghargai pasangan.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">-</td>
<td valign="top"><strong>Peka terhadap kondisi rumah</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top">Perhatikanlah hal-hal kecil yang ada disekitar rumah. Jangan sampai istri atau anak Anda mengingatkan untuk hal-hal kecil yang sebenarnya Anda sudah mengetahuinya namun belum berbuat sesuatu terhadap hal tersebut.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">-</td>
<td valign="top"><strong>Luangkan waktu bersama anak</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top">Cara seorang ayah menggunakan waktu luangnya memberi pemahaman pada anak tentang hal penting dalam hidup ayah. Bila ayah menggunakan waktu luangnya bersama anak, anak akan paham bahwa ia penting dalam kehidupan ayah. Bila ayah asyik bermain sendiri, anak menafsirkan bahwa ayah mementingkan dirinya sendiri.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Menjadi seorang ayah memang memerlukan proses yang panjang, diawali sejak masa kanak-kanak. Ayah yang santun, menghargai istri dan anak-anak, peduli urusan rumah, dan sadar bahwa perilakunya menjadi teladan bagi anak-anak mereka tidak terbentuk begitu saja ketika ia sudah jadi ayah.</div>
<p>Berikut kelanjutan dari artikel sebelumnya.</p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td>-</td>
<td><strong>Komunikasi dengan anak</strong></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>Umumnya ayah hanya mau bicara dengan anak bila anak melakukan kesalahan. Cobalah untuk membiasakan berkomunikasi dengan anak serta dengarkan ide serta masalah yang mereka miliki.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">-</td>
<td valign="top"><strong>Jadilah guru bagi anak</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top">Ajarkan hal baik dan buruk pada anak-anak. Dengan demikian, mereka akan membuat keputusan yang baik untuk dirinya.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">-</td>
<td valign="top"><strong>Disiplinkan anak dengan cinta</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top">Anak butuh bimbingan dan teladan, bukan ‘cuma’ hukuman. Tunjukkan tentang dampaknya bila anak tidak disiplin, tetapi tidak dengan menghukumnya.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">-</td>
<td valign="top"><strong>Sediakan waktu untuk makan bersama</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top">Makan malam bersama, misalnya, dapat Anda jadikan kesempatan untuk mendengarkan hal-hal yang dilakukan anak sepanjang hari.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Mulailah sedari sekarang untuk menjadi model terbaik bagi anak-anak Anda. Bagaimana?</p>
<p>diambil dari pembelajaran-anak.blogspot.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indteacher.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indteacher.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indteacher.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indteacher.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indteacher.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indteacher.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indteacher.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indteacher.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indteacher.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indteacher.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=390&subd=indteacher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/ayah-menentukan-kualitas-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e26cee5b3c6f191b01461d0b32823033?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indteacher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Cara Agar Anak Cinta Buku</title>
		<link>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/10-cara-agar-anak-cinta-buku/</link>
		<comments>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/10-cara-agar-anak-cinta-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 13:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indteacher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Untuk GURU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indteacher.wordpress.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun si balita belum dapat membaca, Anda dapat mengajarnya ‘membaca’ dan mencintai buku. Berikut ini cara-cara mudah yang dapat Anda terapkan .  Kemampuan membaca dan mencintai buku penting ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini. Karena, kegiatan membaca bersama anak merupakan kegiatan yang sangat penting bagi pembentukan dasar diri si kecil, juga untuk keseluruhan proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=388&subd=indteacher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Walaupun si balita belum dapat membaca, Anda dapat mengajarnya ‘membaca’ dan mencintai buku. Berikut ini cara-cara mudah yang dapat Anda terapkan .  Kemampuan membaca dan mencintai buku penting ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini. Karena, kegiatan membaca bersama anak merupakan kegiatan yang sangat penting bagi pembentukan dasar diri si kecil, juga untuk keseluruhan proses belajar anak, kelak.<span id="more-388"></span></p>
<p>Walaupun anak Anda masih berusia balita, dan membaca sebaiknya baru diajarkan ketika anak masuk usia sekolah, namun Anda dapat mulai mengajak anak mencintai buku melalui berbagai cara, antara lain:  * Memberi buku-buku cerita yang menarik Pilihlah buku yang terbuat dari kertas karton tebal tahan air bagi bayi maupun anak batita. Buku yang terbuat dari karton tebal tidak mudah rusak jika dibuka-buka maupun dimainkan. Selain itu, carilah buku-buku dengan gambar dan warna yang menarik. Buku dengan banyak gambar dan sedikit tulisan akan lebih menarik bagi si batita.</p>
<p>* Membuat perpustakaan mini</p>
<p>Buatlah perpustakaan mini yang sederhana, dan ciptakan suasana yang nyaman. Misalnya, menyediakan lahan khusus dengan karpet atau berbagai bantalan di dekat rak tempat si kecil menyimpan buku-bukunya. Upayakan agar rak mudah dijangkau oleh tangan mungil anak, serta tidak membahayakannya.</p>
<p>* Membacakan cerita secara berkala</p>
<p>Sediakan waktu secara berkala untuk membacakan cerita yang menarik bagi anak. Misalnya, sebelum tidur. Carilah cerita yang menyenangkan dan bacakan dengan cara menarik. Jika mungkin, buatlah alat peraga sederhana untuk menunjang cerita. Misalnya, boneka tangan yang dijadikan sebagai tokoh cerita.</p>
<p>* Bermain tebak-tebakan cerita</p>
<p>Ketika membacakan sebuah cerita pada anak, berhentilah pada satu titik tertentu ketika cerita mengarah ke satu arah, lalu tanyakan apa yang terjadi dengan tokoh utama menurut anak. Biasakan si kecil mengarang kelanjutan ceritanya sendiri dengan tebakan-tebakannya. Dengan cara ini ia terbiasa mengarang sebuah cerita sendiri</p>
<p>* Membacakan apa saja</p>
<p>Jangan hanya berhenti pada buku cerita. Bacakan apa saja yang dapat Anda baca dengan suara keras. Misalnya, Anda dapat membaca secara keras resep makanan yang Anda buat, atau amplop surat yang Anda terima. Baca bagian-bagian yang mudah dimengerti. Misalnya, nama dan alamat pengirim surat . Selain itu, tunjuk tulisan apa saja yang terpampang di jalan dan bacakan dengan keras.</p>
<p>* Menciptakan suatu tokoh</p>
<p>Carilah serial cerita yang sangat disukai anak, yang menggambarkan suatu tokoh yang mengajarkan atau mengamalkan kebaikan. Buatlah tokoh tersebut sebagai tokoh panutan yang dikenal seluruh keluarga, sehingga akan sering disebut-sebut dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Dengan cara itu, secara tidak langsung, sang tokoh pun mengajarkan berbagai nilai pada anak.</p>
<p>* Meminta anak ‘membaca’ cerita</p>
<p>Sekali-sekali mintalah anak memilih buku cerita yang disukainya, lalu biarkan ia ‘membacakan’ isinya untuk Anda. Biarlah anak bercerita sesuai apa yang ingin diceritakannya. Jangan melontarkan kritik. Misalnya, mengatakan bahwa isi buku tersebut sangat berbeda dengan apa yang diceritakannya. Kritik Anda dapat mematikan semangatnya untuk merangkai sebuah cerita versinya sendiri.</p>
<p>* Membuat buku cerita bersama</p>
<p>Biasakan untuk menanyakan cerita dibalik setiap gambar yang dibuatnya, lalu menuliskan cerita tersebut di bawah gambarnya. Jadikan satu lembaran-lembaran gambar beserta ceritanya tersebut, lalu dijilid. Jika anak terbiasa membuat cerita-cerita terhadap gambar-gambar yang dibuatnya, ajaklah ia membuat buku ceritanya sendiri. Minta si kecil membuat gambar semacam gambar kartun berseri. Anda dapat menuliskan apa yang diceritakan mengenai gambar yang dibuatnya tersebut sehingga jadilah sebuah cerita bergambar sederhana.</p>
<p>* Mengajak bermain huruf dan angka</p>
<p>Berbagai mainan dapat merangsang si kecil untuk mengenal huruf dan angka. Ajaklah ia memainkannya. Misalnya, minta dia untuk mencari dua kartu dengan angka atau huruf yang sama bentuknya. Atau, pasanglah kertas bertuliskan nama-nama benda pada benda yang ada di sekitarnya. Permainan-permainan sederhana ini merupakan upaya awal anak untuk dapat belajar membaca.  * Memperlihatkan asyiknya membaca Biarkan si kecil melihat betapa asyiknya Anda membaca berbagai buku. Tunjukkan pada anak bahwa membaca sangat menyenangkan. Dengan membaca kita mengetahui berbagai hal di berbagai tempat, tanpa perlu pergi ke tempat tersebut. Perlihatkan berbagai buku yang menggambarkan beragam hal, seperti negeri-negeri seberang dan segala keunikannya, atau berbagai flora dan fauna. Ceritakan pada anak intisari dari buku-buku yang Anda baca, sesuai pemahaman anak balita.  Esthi Nimita Lubis (ayahbunda)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indteacher.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indteacher.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indteacher.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indteacher.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indteacher.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indteacher.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indteacher.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indteacher.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indteacher.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indteacher.wordpress.com/388/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=388&subd=indteacher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/10-cara-agar-anak-cinta-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e26cee5b3c6f191b01461d0b32823033?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indteacher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persahabatan Yang Super</title>
		<link>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/persahabatan-yang-super/</link>
		<comments>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/persahabatan-yang-super/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 00:19:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indteacher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Golden Ways MT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indteacher.wordpress.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[“Persahabatan adalah penjamin kualitas kebersamaan.” 
Seorang sahabat tidak memiliki kepentingan lain dari kita, kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia dengan pilihan-pilihan baik kita.
Seorang sahabat adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda,
dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saat Anda berkecil hati
Setiap orang mungkin bisa mendengar yang Anda katakan,
tetapi sedikit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=374&subd=indteacher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span class="Apple-style-span" style="font-weight:bold;">“Persahabatan adalah penjamin kualitas kebersamaan.” </span></p>
<p>Seorang sahabat tidak memiliki kepentingan lain dari kita, kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia dengan pilihan-pilihan baik kita.</p>
<p>Seorang sahabat adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda,<br />
dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saat Anda berkecil hati</p>
<p>Setiap orang mungkin bisa mendengar yang Anda katakan,<br />
tetapi sedikit sekali yang betul-betul mendengarkan,<br />
dan hanya seorang sahabat yang mampu mendengar yang tidak Anda katakan.</p>
<p>Dan dengannya dia memberikan &#8211; bahkan yang tidak Anda minta.<span id="more-374"></span></p>
<p><span class="Apple-style-span" style="font-weight:bold;">“Apakah Anda bisa membayangkan persahabatan yang berjalan baik tanpa kegembiraan?” </span></p>
<p>Mengapa sebagian dari kita lebih ramah kepada perasaan marah dan mempertahankan hal-hal yang tidak penting serta mengorbankan kualitas kebersamaan?</p>
<p>Sikap-sikap baik adalah awal dari nasib baik. Maka apabila kita mengeluhkan nasib, cobalah temukan kualitas-kualitas yang memperbaiki nasib itu dalam persahabatan. Karena seorang sahabat tidak punya kepentingan lain kecuali melihat kita berbahagia dalam pilihan-pilihan kita.</p>
<p>Banyak orang mensyaratkan perubahan pada orang lain supaya menjadi sahabat baginya. Padahal tantangan utamanya adalah apakah Anda bisa mengubah diri Anda untuk menjadi sahabat bagi orang lain?</p>
<p><span class="Apple-style-span" style="font-weight:bold;">“Apabila Anda bisa menjadi sahabat bagi diri Anda sendiri, Anda bisa menjadi sahabat bagi siapapun.” </span></p>
<p>Lihatlah diri Anda sendiri, yang sering menjadi pribadi yang sulit disahabati.</p>
<p>Dia mempunyai impian besar, tetapi dibatal-batalkan oleh dirinya sendiri.<br />
Nasehatnya baik kepada dirinya, tetapi tetap bersikap agresif kepada orang lain.<br />
Menyalahkan orang lain walaupun tahu dia sendiri yang salah.<br />
Di dalam hubungan suami istri, dia lebih banyak mendahulukan siapa yang benar dan salah, daripada mendahulukan agar kedua-duanya berbahagia.</p>
<p>Sebagai kepompong ada kepompong yang gagal dan tidak pernah keluar.<br />
Tetapi ada juga kepompong yang memilih untuk ikhlas berevolusi menjadi kupu-kupu indah yang mensahabatkan dirinya kepada kemanusiaan.</p>
<p>Perhatikanlah juga, ada orang yang selalu bisa diterima di tempat manapun, walaupun orang yang menyukainya sebenarnya orang-orang tidak baik.</p>
<p>Coba bayangkan kalau musuh Anda pun menganggap Anda sebagai sahabat, tidak ada lagi yang tidak bisa Anda capai dalam hidup ini.</p>
<p>From Mario Teguh <a href="http://www.marioteguh.blogspot.com">www.marioteguh.blogspot.com</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indteacher.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indteacher.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indteacher.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indteacher.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indteacher.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indteacher.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indteacher.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indteacher.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indteacher.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indteacher.wordpress.com/374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=374&subd=indteacher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/06/persahabatan-yang-super/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e26cee5b3c6f191b01461d0b32823033?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indteacher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Greatest Love Of All, Anak-anak Adalah Masa Depan Kita</title>
		<link>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/04/the-greatest-love-of-all-anak-anak-adalah-masa-depan-kita/</link>
		<comments>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/04/the-greatest-love-of-all-anak-anak-adalah-masa-depan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 07:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indteacher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Golden Ways MT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indteacher.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[
&#8221; Dalam kesadaran anak-anak, masa lalu itu nyaris terlupakan, dan masa depan itu belum mereka mengerti; mereka hanya hidup sepenuhnya dalam hari ini.&#8221;
Dalam hal ini, yaitu cara menikmati kehidupan; anak-anak tampil lebih bijak daripada kebanyakan orang dewasa.
Tidak sedikit orang dewasa yang hidup dalam masa lalu mereka, atau yang hidup dalam pengandai-andaian masa depan mereka, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=369&subd=indteacher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;"><a href="http://indteacher.files.wordpress.com/2009/05/ind.jpg"><img class="size-full wp-image-372 aligncenter" title="ind" src="http://indteacher.files.wordpress.com/2009/05/ind.jpg?w=281&#038;h=202" alt="ind" width="281" height="202" /></a></span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">&#8221; Dalam kesadaran anak-anak, masa lalu itu nyaris terlupakan, dan masa depan itu belum mereka mengerti; mereka hanya hidup sepenuhnya dalam hari ini.&#8221;</span><br />
Dalam hal ini, yaitu cara menikmati kehidupan; anak-anak tampil lebih bijak daripada kebanyakan orang dewasa.</p>
<p>Tidak sedikit orang dewasa yang hidup dalam masa lalu mereka, atau yang hidup dalam pengandai-andaian masa depan mereka, dan bahkan lebih banyak lagi yang tidak menyadari bahwa dia seharusnya hidup dengan sepenuhnya hari ini.</p>
<p>Tetapi, anak-anak hidup di hari ini, di saat ini.<br />
Dapatkah Anda membayangkan kesulitan yang harus dihadapi oleh seorang anak yang tinggal bersama orang tua yang masih hidup dalam penyesalan tentang masa lalu mereka?<span id="more-369"></span></p>
<p>Dan dapatkah Anda mengharapkan seorang anak untuk tumbuh menjadi seorang dewasa yang penuh kepercayaan diri, jika dia menyaksikan kelemahan semangat orang tuanya yang tidak berharapan baik tentang masa depan mereka?</p>
<p>&#8220;Apakah yang Anda janjikan kepada bayi Anda, pada hari kelahirannya?&#8221;</p>
<p>Adakah Anda menjanjikan kebesaran baginya? Atau, apakah Anda janjikan bahwa dia akan pulang ke rumah yang diisi oleh orang tua yang bergembira untuk membantunya mencapai apa pun kebesaran yang diinginkannya? Apakah yang Anda janjikan kepada bayi itu?</p>
<p>Tidak ada seorang pun yang demikian jahat &#8211; sehingga mampu melihat kedalam mata kecil bayi-nya, dan berkata: “Aku akan membuat mu menderita. Aku akan membuat mu melihat sisi-sisi buruk mu saja. Aku akan membuat mu merasa tidak cukup baik untuk apa pun. Aku akan pastikan kamu tahu bahwa kamu lah sumber dari semua masalah ku. Aku akan menyalahkan mu untuk semua kesulitan ku. Aku akan membuat mu menyesali kelahiran mu di dunia ini.”</p>
<p>Sulit dibayangkan bahwa ada orang yang mampu menjadikan dirinya sejahat itu pada hari kelahiran anaknya. Tetapi, ternyata, tidak sedikit orang tua yang betul-betul bersikap dan berlaku yang menjadikan bayi-bayi lucu itu menyesali kelahiran mereka.</p>
<p>Dan yang paling menyayat hati, adalah bila tubuh-tubuh mungil itu gemetar lemah penuh kesedihan &#8211; karena mereka mulai menerima bahwa mereka lah penyebab kesusahan orang tua mereka, dan bahwa mereka memang pantas untuk mendapatkan perlakuan buruk yang telah mereka terima.</p>
<p>Sesungguhnya, di manakah kau tinggalkan hati mu?</p>
<p><span style="font-weight:bold;">&#8220;Anda bisa melihat citra sang orang tua dengan memperhatikan perilaku anak-anak mereka.&#8221;</span></p>
<p>Satu-satunya cara untuk menumbuhkan seorang anak yang baik adalah menjadikannya seorang anak yang berbahagia.</p>
<p>Dan satu-satunya cara untuk menjadikannya berbahagia adalah menjadikan diri Anda seorang dewasa yang bersikap baik kepadanya.</p>
<p>Seorang bayi adalah peniru yang setia. Dia tidak mengenal cara-cara awal yang lain untuk belajar dari kita, kecuali melalui pengamatan dan peniruan dari apa pun yang kita tampilkan kepadanya.</p>
<p>Dia hanya seorang bayi. Bagaimana mungkin Anda bisa berharap bahwa dia mengetahui perbedaan antara yang baik dan yang buruk &#8211; tanpa bantuan?</p>
<p>Dia tidak memiliki informasi awal yang akan mengingatkannya bahwa sebagian orang dewasa bukan lah contoh yang baik; bahwa sebagian dari mereka akan mengajarkan hal-hal yang membuatnya digolongkan bersama mereka yang direndahkan. Dan bahkan ada pembelajaran dari mereka yang disebut dewasa itu &#8211; yang akan menjadikan diri sang anak lebih sesuai bagi penjara.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">&#8220;Sesungguhnya kita sedang mencari seorang pahlawan bagi diri kita.&#8221;</span> <span style="font-weight:bold;">Kita membutuhkan seseorang untuk kita hormati.</span></p>
<p>Anak-anak tanpa pahlawan &#8211; sedikit sekali yang akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi dewasa yang bangga dan membanggakan.</p>
<p>Mereka membutuhkan seorang dewasa yang bisa mereka kagumi. Mereka membutuhkan seorang kuat, yang bersamanya &#8211; mereka merasa terlindungi.</p>
<p>Mereka membutuhkan seorang sahabat dewasa yang akan menuntun dan mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan mandiri. Mereka membutuhkan seorang teladan.</p>
<p>Mereka, anak-anak kita itu &#8211; lebih membutuhkan seorang pahlawan untuk mereka teladani, dan bukan seorang kritikus yang semena-mena merendahkan diri-diri kecil yang tidak terlindungi itu &#8211; hanya karena yang lebih tua itu &#8211; mampu mendatangkan penyiksaan yang tak terlawankan.</p>
<p>Jadikan lah diri Anda orang tua yang mencontohkan kegembiraan dalam memenangkan kualitas kehidupan yang baik, agar anak-anak kita juga bersemangat menjadikan diri mereka tumbuh dengan tubuh yang sehat, cara pandang yang jernih, dan pemikiran yang cemerlang.</p>
<p>Bagi seorang anak, tidak ada seorang pahlawan yang lebih agung daripada seorang dewasa yang berlutut membantunya, dan berbisik “Ketahui lah bahwa aku sangat menyayangi mu.”</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Mario Teguh (<a href="http://www.marioteguh.blogspot.com">www.marioteguh.blogspot.com</a>)<br />
</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indteacher.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indteacher.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indteacher.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indteacher.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indteacher.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indteacher.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indteacher.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indteacher.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indteacher.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indteacher.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=369&subd=indteacher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/04/the-greatest-love-of-all-anak-anak-adalah-masa-depan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e26cee5b3c6f191b01461d0b32823033?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indteacher</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indteacher.files.wordpress.com/2009/05/ind.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ind</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MTG, The Roles We Play</title>
		<link>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/04/mtg-the-roles-we-play/</link>
		<comments>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/04/mtg-the-roles-we-play/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 07:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indteacher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Golden Ways MT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indteacher.wordpress.com/2009/05/04/mtg-the-roles-we-play/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap dari kita adalah pemegang peran yang tidak hanya dalam kehidupannya saja, tetapi bahkan dalam kehidupan orang lain.
Cobalah kita cek dalam diri kita, berapa sering kita pada malam hari meng-angan-angankan sesuatu, merasa yakin akan bisa melakukannya, tetapi pada pagi hari kita menjadi pribadi biasa lagi yang tidak mengupayakan perubahan itu?
Kalau semua orang telah melempar-lempar, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=368&subd=indteacher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setiap dari kita adalah pemegang peran yang tidak hanya dalam kehidupannya saja, tetapi bahkan dalam kehidupan orang lain.</p>
<p>Cobalah kita cek dalam diri kita, berapa sering kita pada malam hari meng-angan-angankan sesuatu, merasa yakin akan bisa melakukannya, tetapi pada pagi hari kita menjadi pribadi biasa lagi yang tidak mengupayakan perubahan itu?</p>
<p>Kalau semua orang telah melempar-lempar, maka sekarang melemparlah dengan tepat. Kalau semua orang telah berpura-pura, maka berpura-puralah dengan baik. Satu-satunya pura2 yang tidak boleh adalah merugikan orang lain.<span id="more-368"></span></p>
<p>Semua peran ditujukan untuk mempengaruhi pendapat. Dan kita bahagia atau tidak juga ditentukan oleh kualitas pendapat orang lain kepada kita.</p>
<p>“Kecantikan itu ada pada mata yang melihat”, Jadi kalau kita dipandang tidak baik oleh orang lain, sebenarnya kita telah mengijinkan diri kita dilihat tidak baik.</p>
<p>Memang akan ada orang yang tidak mampu menghargai orang lain, tetapi anggaplah pelajaran bagi kita untuk tampil baik.</p>
<p>Dalam berperan terbagi menjadi beberapa kelompok:<br />
-Peran yang di hargai Rendah –&gt; NO Price<br />
-Peran yang dihargai Lumayan –&gt; Low Price<br />
-Peran yang dihargai Standar<br />
-Peran yang dihargai Premium</p>
<p>Pribadi2 yang sudah memerankan pada tahap Premium, karena dia sudah berhasil memerankan peran “No Price” dengan sangat baik.</p>
<p>Seorang miskin yang tidak bisa berperan dengan baik dalam kemiskinannya, dia  akan lama jadi orang miskin.</p>
<p>Seorang miskin harus hemat, santun menghargai bantuan, mendahulukan kerja keras, maka setelah itu dia sudah tidak pantas lagi jadi orang miskin lagi, dia sudah pantas naik level.</p>
<p>Seorang kaya yang tidak bisa berperan baik dalam kekayaannya maka dia akan segera turun jadi orang miskin.</p>
<p>Jadi apapun peran yang sedang kita pegang, jadilah pribadi yang bisa memerankan terbaik, sehingga prilaku/pendapat orang akan tumbuh bersama keahlian kita didalam peran kita.</p>
<p>Super point:<br />
Kita tumbuh dari masa kanak-kanak yang berisi permainan, tetapi sebagaimana senangnyapun anda bermain, jangan main-main dengan hidup anda.</p>
<p>Bagi anak2 permainan ini adalah kehidupan yang sebetulnya, sebagian dari anak ini tumbuh menjadi pribadi dewasa yang anggun dan mampu melakukan perannya dengan baik. Tetapi sebagian lainnya ada yang tumbuh menjadi orang dewasa yang tetap bermain-main, yang hanya menua tanpa menjadi lebih mampu.</p>
<p>Dalam setiap permainan pasti ada peraturannya, dan kalau kita mau memenangkan permainan itu, kita harus mengeti peraturan itu.</p>
<p>Jangan siapkan anak untuk hidup dalam peraturan yang tidak dikenalnya dikehidupan yang sebetulnya.</p>
<p>Supaya tidak bermain-main dalam kehidupan kuncinya adalah Jangan Main-Main.</p>
<p>Bersiap-siaplah tapi betul-betul bersiap-siaplah.</p>
<p>Kalau anda bersiap-siap menjadi orang pandai, anda bersiap-sisap untuk menjadi orang yang berwenang, lalu anda bersiap-siap untuk menjadi pribadi yang mandiri secara financial, maka waktu siap anda akan menjadi. Maka bersiap-siaplah, karena saat anda siap anda akan menjadi.</p>
<p>Cara meningkatkan kualitas dari keseriusan kita adalah sama dengan waktu kita bekerja dibawah terik matahari, untuk mencari rizki dari Tuhan, kemudian untuk istirahat tenang waktu kegelapan menjadi selimut kita.</p>
<p>Caranya untuk menjadi pribadi yang serius, karena anda juga melihat humor dalam kehidupan anda. Keindahan itu karena adanya perubahan2 itu.</p>
<p>Pada dasarnya setiap orang itu sama, bedanya hanya yang dilakukannya. Perhatikanlah orang2 yang hidupnya baik adalah yang melakukan hal2 yang membaikan hidup orang lain.</p>
<p>Jadi kalau kita ingin menjadi pribadi yang permainannya selalu memenangkan, jadilah pribadi yang melakukan sesuatu yang membaikan kehidupan orang lain.</p>
<p>Kalau orang2 yang sudah dimuliakan Tuhan karena hidupnya besar, tetapi kemudian dia sombong, maka  hati2 dia akan segera diturunkan. Karena sebetulnya orangnya sama, Tuhan-lah yang menizinkan kita untuk berperan.</p>
<p>Anjurannya, mintalah peran yang penting dari Tuhan, Katakanlah “Tuhan aku mohon engkau jadikan aku mendapatkan peran yang penting dalam kehidupan ini, aku tahu aku belum tentu mampu, tetapi aku berjanji akan mengupayakan. Dan aku tahu kalau aku menjadi kekasih-Mu, Engkau akan mencukupkan sekeil-kecilnya kemampuanku, untuk menyelesaikan sebesar-besarnya tugasku.”</p>
<p>Super Point:<br />
Sebuah peran kecil dibawah, yang dilaksanakan dengan baik adalah syarat kepantasan bagi peran yang baru diatas.</p>
<p>Itu sebabnya sesuatu yang matang secara alamiah itu lebih afdhol, sangat berbeda dengan sistim karbitan. Untuk itu bersabarlah dalam peran kita.</p>
<p>Kalau mau mengubah kehidupan mulai dari sekarang, tulislah sesuatu bahkan yang tidak penting, coba tulis sebaik-baiknya. Ini adalah sebuah ritual sederhana, setapi akan selalu kita ingat.</p>
<p>Pengulangan dari kesungguhan untuk melakukan sesuatu yang sederhana dengan kesungguhan yang besar, itu yang memantaskan kita bagi kelas2 yang lebih tinggi diatas.</p>
<p>Salah satu cara yang Tuhan lakukan untuk membuat kita naik adalah dibuatNya kita gelisah.</p>
<p>Ada dua hal yang berbeda yaitu Gelisah dan Belum Biasa, kita semua belum biasa dalam posisi2 yang besar.</p>
<p>Pertanyaannya mengapa banyak orang hanya terbiasa dengan yang sudah biasa, hanya mau melakukan hal yang sudah bisa?.</p>
<p>Kapan anda bisa melakukan yang belum bisa, kalau hanya mau melakukan yang sudah bisa. Jadi cobalah yang belum bisa, kalau anda takut itu karena belum biasa.</p>
<p>Teknik yang baik dalam mendengarkan pertanyaan:</p>
<p>* Dengarkan pertanyaannya, anda tidak bisa menjawab tanpa mendengarkan pertanyaannya.<br />
* Mengapa dia bertanya, ini lebih penting dari pertanyaannya.<br />
* Temukan jawaban lazim, jawaban ini yang bisa diawab oleh siapapun, walau tidak semua orang bisa. Setelah anda tahu tahapan ini, jangan gunakna jawaban lazim, karena dia bisa bertanya kesiapapun dan jawabannya sama.<br />
* Temukan jawaban tidak lazim, Jika anda bisa melakukan tahapan ini, maka si penanya akan terkagum pada anda, dan anda akan dicari orang untuk bertanya karena jawaban anda berbeda dengan kebanyakan orang.</p>
<p>Jadi menjawab pertanyaan yang baik itu bukan pertanyaannya yang dijawab, tapi temukan jawaban mengapa orang itu bertanya.</p>
<p>Berketetapanlah pada saat membuat keputusan dan seteleh membuat keputusan berketetapanlah.</p>
<p>Banyak orang ragu pada saat membuat keputusan dan setelah membuat keputusan masih ragu lagi.</p>
<p>Hal terbaik dalam membuat keputusan adalah ‘Memutuskan’. Anda hanya mempunyai dua kemungkinan saat memutuskan yaitu salah atau benar. Anda tidak akan tahu itu salah atau benar kalau itu tidak diputuskan.</p>
<p>Hati-hatilah dalam memutuskan karena masa depan saat ini langsung berubah kalau seseorang membuat keputusan.</p>
<p>Contoh bagaimana seorang ayah membangun anak menjadi pribadi yang hebat lalu kemudian dia menjadi pemimpin yang besar, padahal sebelumnya tidak diramalkan.</p>
<p>Ubahlah masa depan dengan keputusan baik anda, jangan biarkan anak2 anda menjadi pemeran kecil dalam kehidupan selanjutnya. Bangun mereka rasa percaya diri yang baik, ajak mereka untuk menginginkan apapun, tetapi ajak juga mereka untuk memperhitungkan biaya untuk mendapatkannya.</p>
<p>Jangan larang mereka untuk menginginkan karena masa depan itu berubah saat anda membuat keputusan. Pastikan anda membuat keputusan yang menjadikan tempat anda dimasa depan pada tempat yang mulia.</p>
<p>Undanganya, dalam program ini adalah agar kita menjadi pribadi yang bersyukur. Karena telah diizinkan hidup dalam diri yang baik, yang berusaha membangun nilai kegunaan bagi orang lain. Sehingga apapun yang kita lakukan dalam peran kita, sekecil apapun peran yang kita lalukan adalah peran2 yang memungkinkan kita naik ke peran2 yang lebih tinggi.</p>
<p>Lakukanlah sekecil apapun dalam peran yang sedang anda kerjakan dengan kesungguhan yang sebesar-besarnya, Lalu perhatikan apa yang terjadi</p>
<p>Demikianlah resume acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “The Roles We Play”. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.</p>
<p>from salamsuper.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indteacher.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indteacher.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indteacher.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indteacher.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indteacher.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indteacher.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indteacher.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indteacher.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indteacher.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indteacher.wordpress.com/368/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=368&subd=indteacher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indteacher.wordpress.com/2009/05/04/mtg-the-roles-we-play/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e26cee5b3c6f191b01461d0b32823033?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indteacher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Lancar, Bermain Pun Lancar</title>
		<link>http://indteacher.wordpress.com/2009/04/29/belajar-lancar-bermain-pun-lancar/</link>
		<comments>http://indteacher.wordpress.com/2009/04/29/belajar-lancar-bermain-pun-lancar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 10:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indteacher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Untuk GURU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indteacher.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat saya masih sekolah, gangguan utama dalam belajar yang dialami siswa-siswa lebih banyak karena malas dan kalau pun ada gangguan lebih karena ada tawuran atau adanya persaingan persaingan antarsekolah. Namun kini, seiring berjalannya waktu faktor-faktor yang menyebabkan siswa untuk belajar lebih karena faktor eksternal yang berkaitan dengan teknologi terutama internet, misalnya: internet-an lewat HP, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=364&subd=indteacher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pada saat saya masih sekolah, gangguan utama dalam belajar yang dialami siswa-siswa lebih banyak karena malas dan kalau pun ada gangguan lebih karena ada tawuran atau adanya persaingan persaingan antarsekolah. Namun kini, seiring berjalannya waktu faktor-faktor yang menyebabkan siswa untuk belajar lebih karena faktor eksternal yang berkaitan dengan teknologi terutama internet, misalnya: internet-an lewat HP, main game online sampai lupa waktu, main PS-an sehari suntuk bersama teman-teman. Akibatnya, semangat untuk belajar menjadi kendur dan mengakibatkan malas dan akhirnya tidak naik kelas atau tidak lulus.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya pernah menanyakan pada beberapa siswa: “Siapa yang suka main game online ?” Ternyata hampir separuh lebih siswa-siswa saya angkat tangan dan mengakuinya tanpa ada perasaan malu. Lebih mengejutkan lagi, ada siswa-siswa yang sering main game online sehari minimal 5 jam atau melebihi waktu untuk belajar. Bahkan ketika liburan ada yang menyempatkan seharian tanpa istirahat dan tidak pulang ke rumah dan paginya bolos sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">Maraknya bermain game online saat ini juga tidak lepas dari suburnya bisnis game online, terutama lokasi-lokasi dekat sekolah atau kampus. Disisi lain mereka diuntungkan, tetapi disisi lain, para siswalah yang menjadi korban perkembangan teknologi. Mereka terjebak dalam arus jaman dan kurangnya kontrol dari orang tua membuat bermain menjadi lebih longgar. Peran guru dan orang tua menjadi penting disini.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sekilas gangguan belajar yang dialami para siswa terutama di daerah kota. Gangguan ini tentu saja berbeda dengan gangguan yang dialami anak-anak di daerah perkotaan atau yang jauh dari hingar bingar kota dan budaya konsumerisme.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, bagaimana upaya yang harus kita lakukan baik sebagai siswa, guru ataupun orang tua ? Bermain pada prinsipnya boleh dan tidak ada melarang, yang diperlukan adalah bisa mengatur waktu dan menempatkan diri. Berikut tip-tip dari saya untuk dapat belajar dengan baik tanpa menghilangkan waktu untuk bermain.</p>
<p style="text-align:justify;">1. Membiasakan diri untuk teratur belajar dan terlebih dahulu menentukan topik apa yang ingin dipelajari. Misalnya hari ini saya mau belajar Matematika, besok Bahasa Inggris dan seterunya. Kebiasaan belajar pada waktu jam belajar (19.00 sd 21.00) perlu kita kembangkan dari sejak dini karena ini akan membiasakan kita untuk teratur belajar. Namun, waktu untuk belajar setiap siswa biasanay berbeda, ada senang jam tersebut, jam 12.00 bahkan ada yang suka belajar waktu pagi hari, jam 04.00. Silahkan itu boleh-boleh saja dan yang penting disini adalah adanya kebiasaan untuk belajar. Waktu efektif untuk belajar minimal 1 jam perhari.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Biasakan diri untuk belajar setahap demi setahap dan jangan gunakan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam). Cara ini tidak efektif, karena terlalu memforsir pikiran dan tenaga Anda dan faktor kesehatan menjadi taruhannya Lain halnya kalau Anda belajar setiap hari, meskipun sedikit-sedikit tetapi cara ini akan menghemat pikiran dan tenaga Anda. Lebih efektif lagi jika Anda memperhatikan dengan seksama ketika guru/dosen Anda menjelaskan, karena ini akan meringankan beban Anda untuk belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Ambilah waktu untuk refreshing. Disini saya tidak mengharuskan Anda untuk belajar tiap hari. Carilah waktu yang kosong untuk refreshing, misalnya: baca-baca buku ringan, berolah raga, main game atau jalan-jalan dan lain-lain. Hal ini agar pikiran Anda tidak terlalu tegang. Tetapi perlu diperhatikan bahwa Anda janganlah sampai kelewat waktu dan membuang-buang energi Anda. Luapkanlah energi-energi positif Anda untuk hal-hal yang positif pula.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Buatlah manajemen waktu Anda secara rutin atau mencatat hal-hal yang ingin Anda lakukan di buku saku Anda. Jika hal ini Anda lakukan setidaknyan Anda sudah menjadi manajer dan pemimpin bagi Anda sendiri. Manajemen waktu penting untuk melatih hidup disiplin dan teratur. Buatlah garis-garis waktu kapan Anda bermain, kapan Anda belajar, kapan olah raga dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja Anda dapat menambahkan sendiri tip-tip belajar efektif sesuai dengan kegiatan Anda sehari-hari. Semoga ini bermanfaat bagi Anda.</p>
<p>Written by istiyanto</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indteacher.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indteacher.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indteacher.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indteacher.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indteacher.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indteacher.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indteacher.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indteacher.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indteacher.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indteacher.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indteacher.wordpress.com&blog=3132518&post=364&subd=indteacher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indteacher.wordpress.com/2009/04/29/belajar-lancar-bermain-pun-lancar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e26cee5b3c6f191b01461d0b32823033?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indteacher</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>