Mengais kebahagiaan

April 9, 2008 at 3:15 am 4 komentar

April 2008

Siang itu aku duduk terpekur, memandang langit yang mulai bersinar biru, matahari yang memancarkan panas membara, mendengarkan celoteh anak-anak dikampungku, membuatku tersenyum. “Fath, tidakkah kau ingin semua kembali seperti dulu?” tiba-tiba hatiku bertanya,dengan satu hentakan kuat aku terhenyak. “Allah…itukah suara yang selama ini mengangguku?” kata hatiku yang lain.

Sedetik itupun anganku melampaui batasnya, terbang mencari memori-memori yang terserak beberapa bulan ini, kenangan akan keharmonsan yang terkoyak, suasana yang tak lagi jernih, penuh tanya, penuh curiga, penuh kegamangan dihati penghuninya. terutama aku.

Pagi itu, Mamakku bercerita tentang gundahnya, dengan susah payah, dengan air mata yang berkaca-kaca, dengan tutur yang hati-hati karna itu menyangkut kami, menyangkut hati kami yang pastinya nanti ikut terkoyak, tercabik walau aku yakin tak seperti hati mamak. tapi mamak adalah seorang manusia yang tegar, panutan jiwaku akan sebuah kesabaran dan kebijaksanaan.

“Fath, rindukah kau dengan kebahagiaan itu, walau semu?” tiba-tiba hatiku bertanya lagi. “Ya, aku rindu walau semua itu semu, walau semua itu fatamorgana!” hatiku yang lain menyaut lancang.

Aku kembali terpekur, anak-anak itu masih riang berceloteh, tertawa lepas. “Oh indahnya, saat aku, dan saudaraku masih kecil, masih terbuai dalam kebahagiaan mamak dan bapak” hatiku berkata lirih. aku dulu sempat mengecapnya, seperti mereka, tanpa beban. kenapakah waktu merebut semua itu, siapakah yang harus ku persalahkan? Mamakkah? Bapakkah? atau Dia? atau Suasana? atau bahkan aku? saudaraku? ah….hatiku bingung.

sulitkah aku mengharap semua itu kembali seperti semula? hidup dengan kepercayaan, dengan senyuman tulus, dengan gelak canda yang tak habis, atau Allah sedang menguji kesabaran kami? atau malah murka pada kami?

tak terasa matahari mulai redup, langitpun mengelantungkan mendung, setitik hujan turun. anak-anak sudah mulai berlari kerumah masing-masing, Ah ternyata hujan turun. “Fath angkat jemuranmu cepat!” mamak berteriak dari teras depan “Iya Mak” aku berlari, dan menharap semua gundah yang saat itu kurasakan ikut lari dan hilang bersama hujan yang turun dengan derasnya.

Entry filed under: CurHat. Tags: .

Dhuha tlah terselamatkan pagi ini Menjadi Ibu

4 Komentar Add your own

  • 1. Arctin Pebruariska  |  April 15, 2008 pukul 12:55 am

    Cerpennya bagus, ceritanya mudah dipahami, tidak dibuat-buat.

    Tetapi ada kata yang penulisannya salah.

    Balas
  • 2. indra tri y  |  April 15, 2008 pukul 1:00 am

    Bu, ceritanya bagus sekali. mungkin sebaiknya dikirim aja ke majalah Mentari biar semua orang bisa membacanya dan mendapat uang, lumayan buat menambah penghasilan. o ya, ceritanya juga perlu ditambah biar tambah menarik supaya yang membaca tidak bosan untuk membacanya. satu lagi, ceritanya dibuat seru aja biar bisa menghayatimya.

    Balas
  • 3. rihana&umairo rihana fitri  |  April 15, 2008 pukul 1:16 am

    saat kami membaca artikel bunda ceritannya begitu menarik,sampai kami sepertinya ikut merasakan permasalahan yang sedang bunda rasakan. kata – katanya begitu menyedihkan dan begitu puitis.sehingga kami sepertinya ingin meneteskan air mata ini untuk bunda yang bagi kami merupakani sesosok guru yang bisa di jadikan teman karena hanya bunda yang bisa mengerti apa yang kami rasakan. kami tahu usia kami disekolah ini hanya tinggal beberapa hari saja. kami tak bisa banyak berharap akan mendapatkan guru seperti bunda saat kami lulus nanti. semoga persalinan bunda bisa berjalan dengan lancar.dan diberikan kemudahan saat melahirkan.

    Balas
  • 4. intan. Paramudita(9-E)  |  April 16, 2008 pukul 2:10 am

    Alowwww bun, aq da baca cerpen bunda low…… and aq seneng banget ma yang satu ini, ternyata selain pinter buat puisi bunda pinter juga bikin cerpen…….Ehm…aq jadi pengen nih kayak bunda uda baik, pinter lagi….Terus berkarya ya bun, pasti banyak yang suka………

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


About This Blog

Assalamualaikum Blog ini aku persembahkan untuk murid-muridku, Belajar TIK dari sini ya NAK!! untuk orang diluar sana yang suka PUISI, dan untuk mengembangkan karya-karya “mungkin” terbaikku selamat menikmati Wassalam

Ayat Al-Qur’an

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Yang Lagi Ngintip BLOG q

Kategori

Blog Stats

  • 51,557 pengunjung

Kabupaten Sidoarjo

sidoarjo1

Ayo Berbagi

&quotIndonesians’

movie1tu2 smp-banner

Ngenet?? Ya Speedy Aja Kalee

Speedy

Speedy


%d blogger menyukai ini: