Huznudhon pada Murid

Juli 16, 2008 at 7:30 am Tinggalkan komentar

“Adi itu anaknya nakal sekali” kata seorang guru di depan saya suatu hari
hari yang lain guru yang lain yang sedang ngobrol dengan teman sejawat bilang “sampeyan ngajar anak kelas H? waduh siap-siap pusing anake udah bodoh-bodoh, nakal lagi”
“Aduh Anak ini kok nakal banget ya” batin saya

Pantaskah hal diatas dipikirkan, dibatin bahkan diucapkan seorang guru atau pendidik pada siswa atau sekedar untuk obrolan dengan teman sejawat?
saya pernah ngobrol dengan adik ipar saya yang mengajar di sekolah swasta, obrolan santai sambil tiduran tetapi mengena dihati dan yang dibicarakan itu loh bagus untuk refleksi diri dalam mengajar.

sekarang ini memang marak sekali (atau mungkin dilingkungan saya) tenaga pendidik yang kesannya tidak mau tantangan, pengennya enak, murid harus sudah pinter semua jadi tidak susah-susah ngajar. lalu yang belum pinter ikut siapa?

“kalau sampeyan ngajar Sekolah negeri Insyaallah enak mbak, kan anake lumayan-lumayan, jarang yang nakal lagi. tapi kalau di Swasta waduh sampeyan ruwet dan soroh banget”

“Ya sama saja”

“Eh tau nggak ada seorang ustadz yang ngajar di sekolah saya, beliau itu kalo ngajar tidak pernah bentak anak-anak, ngelaruhi juga nggak pernah, pokoknya dia itu transfer ilmu aja”

“loh kalo anake nakal-nakal piya”

“ya diem aja, beliau berpendapat gini , Ilmu itu memang ditransfer oleh manusia, tetapi yang berhak memberikan kefahaman atau hidayah atau wahyu itu adalah Allah, jadi kita tidak bisa begitu saja menghakimi seorang murid karena dia nggak bisa, belum tentu loh, karena Allah yang menentukan, yang penting kita ikhlas insyaAllah anak didik kita akan jadi orang yang manfaat, akan mendapat ilmu manfaat, gitu mbak”

“Allah…mungkin betul juga, tetapi bukan berarti kita tidak mengingatkan anak didik, tapi kita harus menjaga hati kita untuk selalu berprasangka baik pada anak didik, terutama ikhlas, dalam segala hal mungkin ya”

dan jika kita runut selama ini, para kyai dan santrinya yang sudha banyak bermanfaat itu juga buah dari keikhlasan guru dan murid. guru ikhlas dengan keadaan murid nerima apa adanya dan dibangun tanpa mencela dan berfikir negatif dan murid juga ikhlas menerima ilmu juga segala nasehat dari guru.

Mungkin hal sederhana tapi sulit ini yang menjadikan anak jaman sekarang menjadi orang yang tidak bermanfaat bagi umat, mereka pinter, tapi keblinger dan bermanfaat bagi dirinya sendiri (korupsi) dan dengan segala keedanan mereka.

alhasil, Guru dituntut lebih ikhlas, lebih menjaga lisan dan hati untuk menjadi lebih baik, lebih positif thinking. karena dengan persangkaan kita yang baik insya Allah akan menjadi baik pula realita pada anak didik kita.

Amiin

Entry filed under: CurHat. Tags: .

Pergolakan jiwa Kicau Mesra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


About This Blog

Assalamualaikum Blog ini aku persembahkan untuk murid-muridku, Belajar TIK dari sini ya NAK!! untuk orang diluar sana yang suka PUISI, dan untuk mengembangkan karya-karya “mungkin” terbaikku selamat menikmati Wassalam

Ayat Al-Qur’an

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Yang Lagi Ngintip BLOG q

Kategori

Blog Stats

  • 51,557 pengunjung

Kabupaten Sidoarjo

sidoarjo1

Ayo Berbagi

&quotIndonesians’

movie1tu2 smp-banner

Ngenet?? Ya Speedy Aja Kalee

Speedy

Speedy


%d blogger menyukai ini: